Tiruan Siswa Tentang Guru di Sela-Sela Jam Istirahat

http://www.garduguru.com

Oleh Suyatno

Pernahkah Anda, ketika menjadi siswa, waktu itu, menirukan guru sendiri di hadapan teman-teman? Jawabnya, pasti Anda pernah menirukannya. Saya pun, pernah waktu itu, menirukan gerakan guru yang dirasakan sangat asyik ditirukan, termasuk omongannya. Kalau teman lain tertawa setelah memperhatikan tiruan itu, hati rasanya puas, lepas dari mengejek atau menyakiti guru. Bagi saya, yang penting sudah menirukan dan mendatangkan reaksi tertawa dari teman-teman lain, merupakan sesuatu yang menyedapkan. Tampaknya, siswa sekarang juga berbuat seperti itu.

Tiba-tiba, ada siswa dari deretan belakang menirukan suara guru yang belum masuk, “Pagi anak-anakku”, dengan suara disamakan dengan suara guru yang akan masuk kelas. Kemudian, semua anak terdiam dan duduk manis. Setelah dilihat yang bersuara adalah teman dari belakang, para siswa kembali riuh. Ada juga, di kantin, kerumunan siswa menirukan gerak dan suara guru yang dipandang sangat jahat, mereka lalu tertawa terbahak-bahak setelah melihat tiruan. Ketika ada guru yang lewat, mereka berhenti sekejap kemudian akan ramai lagi. Begitulah deretan tiruan siswa terhadap guru-gurunya.

Mengapa mereka menirukan? Mereka menirukan karena suara dan gerakan guru sangat khas bagi mereka. Suara dan gerakan itu berulang-ulang, rutin, dan menjemukan siswa sehingga siswa memberikan pelampiasan penolakan melalui peniruan. Namun, guru tidak pernah tahu akan tingkah siswa tentang dirinya karena guru tersebut merasa sudah paling baik dan bagus dalam mengajar. Berikutnya, siswa menirukan hanya untuk unjuk diri di hadapan kawan-kawannya agar diberi respon.

Agar tiruan siswa tidak menjadi-jadi, guru perlu mengantisipasinya dengan cara (1) intropeksi diri, sudahkah saya mengajar dengan baik dan disukai oleh siswa?, (2) bersahabat dengan siswa di kala jam kosong sehingga siswa sangat enggan menirukannya, (3) cobalah selalu bergaya mengajar yang variatif sehingga siswa kesulitan untuk menirukan yang jelek-jelek dari diri kita, (4) cobalah pasang mata-mata dengan mengajak satu siswa untuk memberikan informasi tentang diri kita, (5) sampaikanlah ke siswa bahwa menirukan guru itu tidak baik agar siswa sedikit mengerti, dan (6) cobalah tepat waktu dalam segala aktivitas layanan kepada siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s