Pembangunan Infrastruktur Jaringan Komputer

Oleh Syaifullah 

images1 

 

Pemerintah sudah mencanangkan penggunaan komputer dan internet sejak tahun 2000 dan lembaga pemerintah daerah berlomba-lomba dalam membangun jaringan komputer dengan teknologi wireless untuk menyambung berbagai instansi yang ada di pemerintahan daerah untuk membentuk satu kesatuan sistem informasi yang terpusat dan tentunya untuk memudahkan dalam mengakses internet sebagai sumber informasi yang kaya dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan tanpa batas.

Dalam pembangunan infrastruktur dan tentunya dalam pembangunan tersebut membutuhkan pengadaan komputer yang menghabiskan dana ratusan juta untuk mewujudkan e-government yang menurut saya sangat bombastis karena setelah setahun berlalu fasilitas teknologi informasi yang telah dibangun dengan susah payah tersebut akhirnya menjadi berbalik, hal tersebut terjadi karena SDM dalam bidang IT yang ada di instansi pemerintah yang tupoksinya mengatur tentang infrastruktur jaringan masih kurang hal tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah daerah itu sendiri yang tidak serius memperhatikan kebutuhan SDM IT dalam instansi tersebut sehingga mengakibatkan infrastruktur yang telah dibangun terbangkalai karena komputer dari hasil pengadaan hanyalah dijadikan mesin pembunuh waktu dengan memainkan game yang tidak ada manfaatnya bagi aparatur daerah bukan digunakan sebagai mesin produktif yang mampu meningkatkan efisiensi kerja.

Sekarang timbul sebuah pertanyaan mengapa pembangunan infrastruktur jaringan komputer gagal ? jawabannya menurut saya hanya 3 yaitu tidak adanya keseriusan pejabat daerah untuk tetap menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu faktor mempercepat proses kemajuan dan tentunya masalah anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun tidak disetujui serta kurangnya sosialisasi oleh instansi yang membawahi teknologi informasi tersebut.

Jika pembangunan infrastruktur berhasil dengan sukses yang perlu dipikirkan lagi adalah contentnya (isi) dari maksud pembangunan tersebut kalau seandainya saya umpamakan sebuah komputer tanpa sistem operasi maka komputer tersebut tidak akan berguna sama sekali atau dengan kata lain mobil tanpa sopir apa yang terjadi ? tentu saja mobil tersebut akan menjadi rusak demikian juga dengan infrastruktur yang telah dibangun tanpa ada berbagai sistem informasi di dalamnya seperti yang pernah saya dengar ada yang namanya Kantaya (kantor maya) yang dimaksudkan untuk mengetahui semua data yang berhubungan dengan suatu instansi baik itu agenda pimpinan instansi atau yang lainnya, ada sistem informasi agenda surat(SIMDASUR) dan lain sebagainya tentu saja infrastruktur yang telah dibangun tersebut akan sia-sia.

Dari pendapat saya diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kegagalan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan tersebut terjadi karena tidak adanya perhatian pemerintah dalam pemanfaatan teknologi informasi dan tentunya aparatur daerah yang membawahi IT tersebut SDM nya kurang mampu dalam mengaplikasikan infrastruktur dan Sistem informasi dalam pemerintahan, solusinya tingkatkan SDM IT dengan mengikuti pelatihan,seminar ataupun belajar secara otodidak bagi aparatur daerah yang membawahi Teknologi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s