Kelemahan SAPK

Setelah SAPK ( Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) diterapkan Oleh BKN Pusat di berbagai Kabupaten di Indonesia yang berbasis Client-Server dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6 dan databasenya SQL Server  masih ditemukan berbagai kelemahan disamping kelebihannya  yaitu :

  1. Tempat lahir  menggunakan nama kabupaten bukan berdasarkan ijazah
  2. Jabatan masih umum hanya disebutkan Kabid, Kasubid, Kasi dan lain sebagainya 
  3. Unit kerja sudah baku tidak bisa di rubah lagi 
  4. Terjadinya perbedaan kebutuhan pusat  dan daerah dalam hal kepegawaian misalnya dalam membuat laporan berdasarkan kebutuhan organisasi harus mengikuti format yang sudah ada di laporan SAPK sehingga daerah tidak dapat mengambil keputusan secara cepat bahkan tidak dapat mengambil keputusan sama sekali.
  5. Database berada di BKN Pusat sehingga Daerah tidak dapat  berkreatifitas dalam menghasilkan laporan kepegawaian karena sistem yang dibangun mempunyai hak paten tidak opensource seperti kebanyakan aplikasi yang berkembang saat ini yang sudah berbasis WEB.
  6. Belum jelas kepastian pengembangannya ke dalam bentuk aplikasi berbasis web.

Demikian beberapa kelemahan yang saya tahu dari SAPK.

2 pemikiran pada “Kelemahan SAPK

  1. kebanyakan emang aplikasi-aplikasi yang dibuat di pusat hanya bersifat proyek semata biasalah tender. aplikasi² yang dihasilkan hanya berupa garis-garis besar sehingga nantinya dalam penerapan di daerah keadaan tersebut jauh berbeda dengan keadaan di lapangan, seperti proyek pedati web2000 untuk dinas pendidikan hasilnya 0 (nol) padahal biaya yang dikeluarkan sangat-sagat besar.

    mengenai permasalahan apa dan dengan apa aplikasi tersebut dibuat tidak lah menjadi masalah asalkan bisa mencapai tujuan dari kegunaan aplikasi tersebut. kebanyakan aplikasi yang dibuat mengandalkan skenario ” software engineering” dimana user harus bisa berinteraksi dengan sistem, alangkah baiknya jika aplikasi yang dibuat tersebut bersifat user friendly dan sesuai dengan permintaan user.

    sebaiknya pihak daerah diberikan kesempatan untuk melakukan pembuatan aplikasi sesuai dengan daerah tersebut. dan dikelola oleh daerah bukan dari pusat. karena di daerah juga banyak programer-programer yang berkualitas.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s