Mematangkan Konsep Pensiun Dini PNS

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai moratorium (penghentian sementara) penerimaan CPNS yang telah ditandatangani secara resmi  di hadapan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta pada 24 Agustus lalu, memberikan waktu jeda bagi pemerintah.

Waktu jeda ini akan dimanfaatkan untuk mengkaji sejumlah persoalan kepegawaian, termasuk mengenai masalah pensiun dini. “Kalau di swasta ada istilah golden shake hand, apakah di pemerintah bisa diterapkan dan bagaimana pengaturannya,” demikian Mendagri Gamawan Fauzi di kantornya. Masalah lain yang menjadi PR utama bagi pemerintah adalah distribusi pegawai yang tidak merata.

Agar kajian bisa matang, diperlukan data kepegawaian yang valid. “Kita lakukan pembenahan-pembenahan, guberbur, bupati/walikota diminta untuk menghitung berapa kebutuhan pegawai masing-masing, organisasinya seperti apa,” terang Gamawan.

Persoalan yang juga menjadi agenda kerja pemerintah di jeda moratorium adalah pengangkatan tenaga honorer. Bagaimana pengaturannya, nanti diatur semua,” ujarnya. Termasuk mengenai kesenjangan tunjangan daerah antar daerah kaya dengan daerah miskin, juga akan dibuat regulasinya untuk pembenahan.

Mendagri juga menambahkan, bagi daerah yang alokasi APBD untuk belanja pegawainya di bawah 50 persen, masih bisa melakukan rekrutmen CPNS. Itu pun harus dilakukan dengan sangat selektif, khusus untuk tenaga-tenaga yang sangat dibutuhkan.

Sumber : http://latihsoalcpns.com/mematangkan-konsep-pensiun-dini-pns.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s