Utamakan Tenaga Honorer Mumpuni

Pemerintah pusat harus tetap mengutamakan pegawai yang sudah berpengalaman meskipun menetapkan akan ada tes seleksi pengangkatan bagi tenaga honorer. Mereka sudah mengabdi cukup lama dan dianggap sudah senior.

Pengamat kebijakan publik UI Andrinof Chaniago berpendapat, memang tetap diperlukan tes seleksi bagi pengangkatan tenaga honorer meskipun periode pengabdian mereka sudah cukup lama.Pemerintah dalam melayani fasilitas publik tetap memerlukan abdi negara yang kompeten di bidangnya. Apalagi sudah bukan rahasia lagi bahwa tenaga honorer yang diangkat melalui proses kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Meskipun mereka sudah bekerja lebih lama daripada yang baru lulus,tetap butuh tes seleksi umum yang dicampur dengan calon PNS lainnya.Namun, poin tambahan mereka yakni pengalaman dapat menjadi penambahan kualifikasi. Namun,tetap perlu ditegaskan, hanya tenaga honorer yang kompeten yang harus diangkat jadi PNS.Seleksi ketat ini harus ada karena untuk menghapus mental KKN dari tenaga honorer yang direkrut melalui KKN,”ungkapnya kemarin. Andrinof menyatakan, untuk ke depan pemerintah perlu menghapus tenaga honorer dari susunan birokrasi pemerintahan.

Kalau memang masih diperlukan, hanya bersifat sementara dan tidak perlu ada perekrutan dari pemerintah daerah atau pusat, tetapi diambil dari perusahaan outsourcing dengan sistem kontrak. Jika tenaga honorer dibutuhkan, hanya akan membebani keuangan negara.Namun, pengecualian diperlukan bagi tenaga honorer yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan tertentu seperti guru dan tenaga medis. Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain berpendapat, jika memang ada tes seleksi untuk tenaga honorer kategori II, sebaiknya tak dilebur dengan tes masuk PNS umum, tapi harus tes sesama kategori II itu saja.

Pemisahan ini untuk menjaring tenaga honorer mana yang mempunyai kemampuan lebih dari tenaga honorer berpengalaman lainnya. Hal ini juga harus dilakukan berdasarkan rasa kemanusiaan akan kesejahteraan mereka yang selama ini terabaikan, tapi tetap dibutuhkan sebagai pegawai di pemerintahan. Namun, Abdul Malik tetap mempertanyakan tes seleksi tersebut.Pada keputusan rapat dengan pemerintah sebelumnya, DPR dan pemerintah telah menyetujui pengangkatan langsung bagi kategori I dan II.

“Yang diseleksi hanyalah masalah administrasi dan bukan uji kompetensi. Kalau pemerintah mau melakukan tes seleksi ini menunjukkan inkonsistensi mereka pada keputusan sebelumnya,“ ucap politikus Fraksi PKB ini. Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menjelaskan,jika ada tes seleksi,tenaga honorer yang sudah mengabdi sekian lama harus diberikan nilai tambahan dari tenaga yang baru lulus. Ferdiansyah juga meminta pendataan harus segera dibereskan karena pemerintah sudah menjanjikan sejak akhir Agustus tahun lalu. Politikus dari Fraksi Golkar ini menduga, sikap lamban pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer ini hanyalah akal-akalan jualan politik pada pemilihan presiden nanti.

“Presiden ini semestinya langsung turun tangan membereskan masalah tenaga honorer ini. Jangan sampai ditunda sampai 2013,”kata Ferdi. Sebelumnya diberitakan,pemerintah akan mengangkat tenaga honorer berdasarkan hasil tes seleksi yang akan dilakukan secara nasional. Tes itu akan terbagi antara pengujian kemampuan dasar dan kompetensi bidang.Pemerintah akan bekerja sama dengan konsorsium perguruan tinggi negeri untuk menyusun soal yang akan dijadikan alat ukurnya.

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/472264/

4 thoughts on “Utamakan Tenaga Honorer Mumpuni

    • Menurut saya sebenarnya perlu di upload untuk Tenaga Honorer Kabupaten Sumbawa karena memang sekarang harus tranparansi dengan berlakunya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nanti saya coba konsultasikan dengan atasan siapa tahu bisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s